[untitled-1]

by anggeresdoger

 

Apakah ini sebuah puisi?
Tentu bukan! Itu hanya sebuah kalimat tanya!
Trus gimana biar bisa disebut puisi?
Ya buat aja puisi! Gitu aja pake nanya!

Oke, tapi tolong ajari aku.
Baiklah, aku akan coba sabar membantumu.
Mulai darimana pelajaran pertamaku?
Yang pasti puisi itu tidak bisa seperti kalimat tanyamu itu.

Ah, tolong lebih rinci lagi.
Cari saja referensi.
Apa itu referensi? Sebuah puisi?
Idiot kau ini!

Kau bilang akan bersabar.
Oke, cari saja karya-karya Chairil Anwar.
Cari dimana? Di pasar?
Arghhh lama-lama kau bisa kutampar!

Puisi tak tau.
Referensi tak tau.
Chairil Anwar pun kau tak tau.
Bikin malu!

Sini, kuberi contoh sebuah puisi.
Kau akan membuatkanku puisi?
Ini sudah jadi.
Baiklah akan aku coba pahami.

Mengapa kau beri judul diatasnya?
Itulah puisi.
Mengapa kau buat rata kiri semuanya?
Itulah puisi.


Mengapa kau bagi tiap empat baris? Mengapa tidak lima?
Itulah puisi.
Mengapa tiap baris memiliki bunyi akhiran sama?
Itulah puisi.

Hmmm.. Sangat sulit memahami puisimu.
Pergi saja kamu!
Baiklah kalau begitu.
Sia-sia mengajarimu!

Tidak. Kau telah membantuku membuat puisi.
Membantu apa? Kau masih belum bisa memahami.
Lihatlah ke atas baris-baris ini.
Ya ampun, ini sebuah puisi!

 

 

 

 

 

 

 

 

Iklan